Pringsewu – Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Bakti Nusantara (IBN), Didi Susianto, M.Kom., secara resmi melepas sebanyak 118 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pringsewu, pada Senin, 29 Juli 2025.

Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan di halaman Kampus Institut Bakti Nusantara dan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan institut, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa peserta KKN. Dalam sambutannya, Didi Susianto, M.Kom menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membawa dampak positif bagi masyarakat. “Kuliah Kerja Nyata adalah bentuk nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami berharap mahasiswa IBN mampu menjadi agen perubahan yang membawa solusi, inovasi, dan semangat kolaborasi selama berada di tengah masyarakat Pringsewu,” ujarnya.
Dalam laporan kepanitiaan KKN 2025 Sudewi, MM selaku ketua Pelaksana melaporkan sebanyak 118 mahasiswa akan melaksanakan KKN yang akan disebar di berbagai Pekon di wilayah Kabupaten Pringsewu dan akan melaksanakan kegiatan KKN selama 40 hari. Fokus pengabdian meliputi bidang pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, edukasi kesehatan dan lingkungan, serta teknologi informasi desa.

Salah satu mahasiswa peserta KKN, Sahrul Gunawan, dari Program Studi Sistem Informasi, menyampaikan rasa antusiasnya. “Ini kesempatan yang luar biasa untuk belajar langsung dari masyarakat dan mencoba menerapkan ilmu yang kami pelajari di kampus. Kami juga ingin turut berkontribusi memberikan dampak sosial yang positif,” ujarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Trisnawati, M.Pd., mengingatkan pentingnya etika, integritas, dan semangat kolaboratif dalam pelaksanaan KKN. “Saya berharap mahasiswa menjaga nama baik institusi dan mampu beradaptasi dengan budaya lokal. Lebih dari itu, KKN harus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter dan kepedulian sosial mahasiswa,” katanya.
KKN tahun ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat daerah dalam membangun Indonesia dari desa.



