Institut Bakti Nusantara Dampingi KPU Mahan Tapis Manfaatkan AI untuk Menembus Pasar Digital

17 Juli 2026 Berita admin

Pringsewu 16/07/2026 – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melihat peluang tersebut, Institut Bakti Nusantara (IBN) bersama Kelompok Pengelola Usaha (KPU) Mahan Tapis Marga Kaya menggelar pelatihan pemanfaatan AI bagi para pengrajin Tapis Lampung dalam rangka meningkatkan kualitas promosi dan pemasaran produk secara digital.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK) Tahun Pendanaan 2026 melalui Skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Tim pengabdian dipimpin oleh Siti Mukodimah, M.T.I., dengan anggota Leni Anggraeni, M.Pd. dan Ida Ayu Putu Anggie Sinthiya, M.H. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa Institut Bakti Nusantara, Umi Hasanah dan Ahmad Ikhsan Afandi, yang mendampingi peserta selama pelatihan.

Ketua tim pengabdian, Siti Mukodimah, mengatakan bahwa perkembangan teknologi AI memberikan kesempatan baru bagi pelaku UMKM untuk memproduksi materi promosi secara lebih cepat dan kreatif. Menurut dia, kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi kebutuhan agar produk kerajinan lokal mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Selama pelatihan, para peserta mempelajari cara menyusun prompt AI untuk menghasilkan gambar promosi, deskripsi produk, hingga materi pemasaran digital yang sesuai dengan karakter Tapis Lampung. Materi tersebut disampaikan oleh dosen Program Studi Bisnis Digital Institut Bakti Nusantara, Afrizal Martin, M.T.I., melalui sesi praktik yang memungkinkan peserta mencoba langsung berbagai platform AI.

Selain itu, Sri Ipnuwati, M.Kom., memberikan materi mengenai perkembangan teknologi digital dan pentingnya adaptasi terhadap perubahan di era kecerdasan buatan. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya sebatas menggunakan media sosial, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu membangun identitas merek, memperluas jangkauan pemasaran, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produknya.

Program pengabdian ini juga menghasilkan sejumlah luaran yang dapat dimanfaatkan langsung oleh mitra. Tim mengembangkan website pemasaran digital sebagai etalase produk Mahan Tapis Marga Kaya sekaligus melatih peserta membuat animasi promosi berbasis AI yang dapat digunakan pada berbagai platform media sosial.

Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara, Dr. Miswan Gumanti, MBA., M.M., menilai pemanfaatan AI harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat potensi lokal. Melalui pelatihan ini, kami ingin para pengrajin Tapis Lampung tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan memasarkan produknya secara digital dengan memanfaatkan Artificial Intelligence. Dengan demikian, produk budaya lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing yang semakin kuat,” ujar Miswan.

Pembina Mahan Tapis Marga Kaya dan selaku Ketua Mitra, Sefriawan Noer, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Institut Bakti Nusantara. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi para pengrajin mengenai pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan usaha.

“Selama ini kami lebih banyak mengandalkan promosi secara konvensional. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami memahami bahwa AI dapat membantu membuat konten promosi yang menarik, sementara website yang dikembangkan tim pengabdian akan menjadi media baru untuk memperkenalkan produk Tapis Lampung kepada masyarakat yang lebih luas. Kami mengucapkan terima kasih kepada KEMENDIKTISAINTEK dan Institut Bakti Nusantara atas dukungan yang diberikan,” kata Sefriawan.

Melalui kegiatan ini, Institut Bakti Nusantara berharap para pelaku UMKM tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan nilai ekonomi produk berbasis budaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas pengrajin diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya Tapis Lampung di era digital.