Pringsewu, 14/11/2025 – SMK Muhammadiyah 2 Sukoharjo terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di industri kreatif. Dalam upaya memperkuat keterampilan praktik siswa, sekolah ini mengikuti pelatihan Sablon Digital yang diselenggarakan di Kampus Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) IBN yang bertujuan membekali siswa dengan kemampuan teknis dan jiwa kewirausahaan di bidang industri kreatif.

Pelatihan dipandu langsung oleh dosen IBN, Ahmad Khumaidi, M.T.I., yang memberikan materi berbasis kebutuhan pasar, mencakup teknik sablon undangan, pembuatan mug sublimasi, pembuatan ID Card PVC, hingga sablon kaos dengan metode Direct-to-Film (DTF). Seluruh materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses produksi merchandise dan produk custom yang saat ini memiliki permintaan tinggi.
“Keterampilan praktis seperti sablon digital ini sangat penting,” ujar Ahmad Khumaidi, M.T.I. “Ini bukan hanya tentang bisa mencetak, tetapi juga membuka peluang usaha nyata di industri kreatif. Dengan menguasai berbagai teknik cetak, lulusan SMK memiliki nilai tambah yang signifikan, baik untuk bekerja maupun memulai usaha sendiri.”

Rektor Institut Bakti Nusantara, Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA, turut memberikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “IBN berkomitmen menjadi kampus yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan keterampilan kerja. Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi siswa. Kami berharap siswa SMK Muhammadiyah 2 Sukoharjo dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk membuka peluang kerja maupun wirausaha mandiri,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis percetakan digital skala kecil hingga menengah. SMK Muhammadiyah 2 Sukoharjo semakin menegaskan keseriusannya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja baru di era digital. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri berbasis kreativitas.


