Pringsewu, 12 September 2025 – Dosen dan mahasiswa Institut Bakti Nusantara (IBN) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan melaksanakan pendampingan dan koordinasi di Desa Binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi tantangan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pendampingan dilakukan secara kolaboratif bersama perangkat desa, kelompok masyarakat, dan mitra terkait. Tim dosen bersama mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk membantu pemetaan potensi desa, memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi, serta menyusun rencana kerja jangka panjang yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan pembelajaran langsung (experiential learning) sehingga mereka memperoleh pengalaman praktis terkait pemberdayaan masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Yuri Fitrian, M.Si., selaku pendamping lapangan Pekon Wonosari , menyampaikan, “Pendampingan ini bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan potensi yang mereka miliki. Kami ingin masyarakat desa merasa menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Dengan begitu, keberlanjutan program akan lebih terjamin.”
Senada dengan hal tersebut, Afrizal Martin, M.T.I., menambahkan, “Koordinasi dengan perangkat desa sangat penting agar semua kegiatan yang dilakukan sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat. Kami juga memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu mempercepat proses pendataan dan monitoring kegiatan, sehingga hasilnya bisa diukur dengan baik. Kehadiran mahasiswa juga membawa semangat baru bagi warga desa, karena mereka turut aktif membantu dan menjadi penggerak dalam setiap kegiatan.”
Kepala Pekon Nusawungu, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa Institut Bakti Nusantara yang telah hadir dan mendampingi masyarakat kami. Kehadiran program ini membantu kami menemukan solusi atas tantangan yang kami hadapi, mulai dari pengembangan potensi lokal hingga peningkatan keterampilan warga. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga Nusawungu semakin maju dan mandiri,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak inovasi desa, menciptakan solusi praktis untuk masalah lokal, sekaligus mendorong tercapainya visi IBN sebagai institusi yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, program Desa Binaan ini akan terus dikawal melalui evaluasi berkala dan pendampingan lanjutan, dengan keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh warga desa.



