Lampung, 8 September 2025 – Institut Bakti Nusantara (IBN) kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan nomor 0915/C3/AL/04/2025 tanggal 7 September 2025, tim dosen IBN berhasil lolos sebagai penerima pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III Tahun Anggaran 2025.

Tim yang diketuai oleh Trisnawati, M.Pd bersama anggota Leni Anggraeni, M.Pd dan Muhamad Muslihudin, M.TI mengusung tema inovatif Alat Ukur Model Identifikasi Gaya Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus. Program ini dirancang untuk menghadirkan solusi cerdas dalam dunia pendidikan inklusif dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna membantu guru mengidentifikasi gaya belajar siswa berkebutuhan khusus. Harapannya, pendekatan ini mampu menciptakan metode pembelajaran yang lebih personal, efektif, dan inklusif.

Ketua Tim PkM, Trisnawati, M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan semangatnya, “Kami bersyukur dapat dipercaya menerima hibah ini. Program ini lahir dari kepedulian kami terhadap pendidikan inklusif. Dengan memanfaatkan AI, kami ingin membantu guru mengenali potensi belajar setiap siswa sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dan lebih optimal.”
Sementara itu, Rektor IBN, Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi penuh. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa IBN berkomitmen mengintegrasikan riset, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat. Tema yang diangkat sangat relevan dengan visi IBN menjadi perguruan tinggi unggul di bidang teknologi dan ekonomi bisnis berjiwa entrepreneurship berdaya saing global tahun 2045,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pionir pengembangan Smart Learning berbasis Artificial Intelligence dalam mendukung pendidikan inklusif. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memberikan akses pendidikan yang setara bagi siswa berkebutuhan khusus, serta mendorong terciptanya inovasi teknologi pendidikan yang berkelanjutan. Keberhasilan program ini akan memperkuat kontribusi IBN dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya pada bidang pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Sumber : https://bima.kemdiktisaintek.go.id/ (diakes 8 September 2025)


