Lampung, 20/08/2026 – Institut Bakti Nusantara (IBN) terus mendorong peningkatan kapasitas dosen dalam bidang penelitian dan pengembangan keilmuan. Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan dosen Institut Bakti Nusantara, Ricco Herdiyan Saputra, S.T., M.T.I., dalam Kegiatan Pendampingan Proposal Penelitian Skema Non-Penelitian Dosen Pemula (Non-PDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas proposal penelitian dosen agar semakin kompetitif pada skema pendanaan penelitian nasional.
Kegiatan pendampingan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc menekankan pentingnya peningkatan kualitas penelitian dosen, khususnya pada perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Menurutnya, penelitian tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kewajiban pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi harus mampu menghasilkan kontribusi keilmuan, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Kami mendorong para dosen untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas penelitian. Pendampingan proposal seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat substansi, metodologi, kebaruan, serta arah penelitian sehingga proposal yang disusun memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam memperoleh pendanaan. Harapannya, semakin banyak dosen dari perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah II yang berhasil mendapatkan hibah penelitian dan menghasilkan luaran yang berkualitas,” ujar Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc.
Dalam kegiatan tersebut, proposal dari bidang teknik mendapatkan pendampingan dari Prof. Dr. Ir. Sri Ratna Sulistiyanti, M.T. Sebagai pendamping, beliau memberikan berbagai masukan strategis terkait penguatan substansi proposal, perumusan permasalahan penelitian, state of the art, kebaruan (novelty), metode penelitian, peta jalan (research roadmap), hingga kesesuaian target luaran penelitian dengan skema yang diajukan.
Proposal yang dibawa oleh Ricco Herdiyan Saputra, S.T., M.T.I. difokuskan pada Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR). Melalui pendampingan tersebut, proposal mendapatkan telaah dan masukan agar memiliki dasar teoritis dan metodologis yang kuat, kebaruan yang jelas, serta kontribusi ilmiah yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Pendampingan juga diarahkan agar penelitian mempunyai posisi yang jelas terhadap penelitian terdahulu sekaligus mampu menunjukkan urgensi dan kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Prof. Dr. Ir. Sri Ratna Sulistiyanti, M.T. menyampaikan bahwa penyusunan proposal penelitian fundamental membutuhkan perhatian kuat pada aspek kebaruan dan kedalaman kajian ilmiah. Proposal yang baik harus mampu menunjukkan kesenjangan penelitian (research gap) secara jelas serta membangun hubungan yang kuat antara permasalahan, tujuan, metode, dan luaran penelitian.
“Pada penelitian fundamental, peneliti perlu memperlihatkan secara tegas posisi penelitian terhadap perkembangan keilmuan yang sudah ada. Kebaruan harus dapat dijelaskan dan didukung oleh kajian literatur yang kuat. Selain itu, metode yang digunakan harus benar-benar mampu menjawab tujuan penelitian sehingga kontribusi ilmiah yang dihasilkan dapat terlihat secara jelas,” ungkap Prof. Dr. Ir. Sri Ratna Sulistiyanti, M.T.
Sementara itu, Ricco Herdiyan Saputra, S.T., M.T.I. menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan memberikan manfaat besar dalam penyempurnaan proposal yang sedang dipersiapkan. Berbagai masukan dari pendamping menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat substansi penelitian, terutama dalam mempertajam kebaruan, metodologi, serta target luaran yang akan dicapai.
“Kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat karena kami memperoleh masukan langsung mengenai bagian-bagian proposal yang perlu diperkuat. Terutama bagaimana membangun research gap, memperjelas novelty, menyusun metode yang lebih sistematis, dan memastikan luaran penelitian relevan dengan skema Penelitian Fundamental Reguler. Masukan tersebut akan kami gunakan untuk menyempurnakan proposal agar lebih matang dan kompetitif,” jelas Ricco Herdiyan Saputra, S.T., M.T.I.
Keikutsertaan dosen Institut Bakti Nusantara dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus membangun budaya penelitian yang produktif dan berkelanjutan. IBN secara konsisten mendorong dosen untuk berpartisipasi dalam berbagai program penelitian kompetitif nasional, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, membangun kolaborasi penelitian, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan pendampingan proposal penelitian yang diselenggarakan KEMDIKTISAINTEK tersebut, diharapkan proposal Penelitian Fundamental Reguler yang dipersiapkan oleh dosen Institut Bakti Nusantara dapat semakin berkualitas dan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pendanaan. Keikutsertaan ini sekaligus memperkuat langkah Institut Bakti Nusantara dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta memperluas kontribusi institusi dalam pengembangan riset di tingkat nasional.

