Bandar Lampung, 28/12/2025 – Di tanah Lampung yang subur, dikenal sebagai Bumi Ruwa Jurai, tersimpan kisah-kisah kebaikan yang menginspirasi. Salah satunya adalah sosok filantropis seperti H. Fauzi, Ketua LP Ma’arif NU Provinsi Lampung, yang dengan ketulusan hati mendirikan perguruan tinggi dan memberikan beasiswa khusus bagi para penghafal Al-Qur’an (hafidz dan hafidzah). Beliau bukan hanya membangun institusi pendidikan, tapi juga membuka pintu harapan bagi pemuda dan pemudi kurang mampu untuk menjadi sarjana sekaligus hafal 30 juz Al-Qur’an.

Dapat dibayangkan, seorang pemuda dari desa terpencil di Pringsewu ataupun Tanggamus, yang sehari-hari membantu orang tua di sawah, tiba-tiba mendapat kesempatan kuliah gratis di STIT Pringsewu, STMIK Pringsewu, atau perguruan tinggi lain di bawah naungannya.
Syaratnya?
Hanya hafalan Al-Qur’an yang tulus. “Ini bentuk apresiasi kami terhadap para hafidz, agar Al-Qur’an tertanam di hati generasi muda,” kata beliau suatu ketika dalam perbincangan kami sambil ditemani kopi hitam.
Hasilnya?
Lahirnya para sarjana yang tak hanya pintar secara intelektual, tapi juga kaya secara spiritual. Penghafal Al-Qur’an yang siap membawa cahaya Islam di tengah masyarakat.
Kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu. Hingga kini, semangat yang sama hidup di beberapa perguruan tinggi di Provinsi Lampung.
Ini adalah bukti nyata filantropi Islam di Lampung, dermawan yang tak pamrih, membantu pemuda dan pemudi menjadi sarjana hafal Quran, generasi yang membawa Al-Qur’an di dada dan ilmu pengetahuan di pikiran.
Mengapa ini begitu kuat menginspirasi?
Karena di tengah mahalnya pendidikan dan godaan dunia modern, ada orang-orang seperti mereka yang percaya bahwa menghafal Al-Qur’an adalah investasi abadi, dan mendidik pemuda adalah membangun bangsa.
Seorang hafidz sarjana bukan hanya pribadi sukses, tapi juga teladan dan bisa menjadi ustadz atau ustadzah yang berwawasan luas, pengusaha yang amanah, atau pemimpin yang adil.
Kepada kita semua, terutama yang dikaruniai rezeki lebih dapat mengikuti jejak para filantropis Lampung ini.
Sedekahkan harta untuk beasiswa tahfidz, bantu satu pemuda menghafal Quran sambil kuliah. Karena seperti firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 261, “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
Pahala mengalir, umat maju, dan Lampung semakin bercahaya.
Semoga kisah ini membakar semangat kita untuk berbuat lebih.
Siapa tahu, dermawan berikutnya adalah Anda! (Red. Dr. Susanto Saman)



