Sinergi IBN dan IBI Kesatuan Bogor Wujudkan 14 Usaha Baru Berlegalitas Melalui Program TKMP KEMNAKER RI

26 November 2025 Berita admin

Lampung, 26/11/2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Bakti Nusantara melalui Program Tenaga Kerja Mandiri Produktif (TKMP) Kementerian Ketenagakerjaan RI sukses menyerahkan 14 Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada para pelaku usaha baru dan pelaku usaha yang sedang meningkatkan kapasitasnya. Kegiatan ini juga menghadirkan kolaborasi strategis dengan IBI Kesatuan Bogor, dipimpin oleh Ketua Tim Swakelola, Dr. Ani Mekaniwati.

Dalam sambutannya, Dr. Ani Mekaniwati menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim dan sinergi antarperguruan tinggi yang terus mendorong pemberdayaan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KEMNAKER RI) yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendampingan yang terstruktur dan terukur. Melalui program TKMP 2025, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara mandiri oleh lembaga pelaksana di daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pendampingan yang diberikan bukan hanya tentang legalitas usaha, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan pelaku usaha untuk berkembang,” ujarnya.

Kegiatan pendampingan dilakukan oleh dosen IBN, Muhamad Muslihudin, M.TI dan Trisnawati, M.Pd, bersama mahasiswa dari Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer (FTIKOM) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Para mahasiswa terlibat aktif dalam proses penyusunan NIB dan strategi pemasaran.

M. Muslihudin, M.TI  menjelaskan “Mendaftarkan usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) bukan hanya memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pelaku TKMP untuk mendapatkan berbagai fasilitas pemerintah. Dengan legalitas yang jelas, usaha dapat berkembang lebih cepat, dipercaya konsumen, serta mudah dalam mengakses permodalan maupun program pembinaan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para peserta memahami prosedur yang benar dan dapat langsung mempraktikkannya.”

Dalam Paparanya Trisnawati, M.Pd mengungkapkan “Strategi pemasaran yang efektif tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi harus memanfaatkan kekuatan digital. TKMP perlu memahami perilaku konsumen, membangun citra produk, hingga mengoptimalkan media sosial sebagai kanal utama promosi. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu menyusun strategi pemasaran yang tepat sasaran, kreatif, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan penjualan dan daya saing usaha.”

Salah satu mahasiswa peserta pendampingan, Dlofa Roziq Roihansyah dari Prodi Bisnis Digital, mengungkapkan pengalamannya “Kami membantu peserta memahami strategi pemasaran digital yang sederhana namun efektif. Pendampingan ini membuka wawasan kami dan para peserta mengenai pentingnya branding dan pemanfaatan media online untuk meningkatkan penjualan,” jelasnya.

Sementara itu, Sahrul Gunawan dari Prodi Sistem Informasi turut memberikan asistensi teknis dalam proses pembuatan NIB melalui OSS.“Banyak pelaku usaha yang belum memahami langkah-langkah pengurusan NIB. Kami membantu dari awal hingga selesai agar mereka memiliki legalitas usaha yang sah dan siap berkembang,” ungkapnya.

Melalui penyerahan 14 NIB serta pendampingan pemasaran dan legalitas usaha ini, Institut Bakti Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru serta peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.