Lampung, 18/11/2025, Institut Bakti Nusantara sukses menyelenggarakan Seminar Nasional “Menginspirasi Mahasiswa melalui Kepemimpinan Diri dan Kesejahteraan” dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas dosen dalam menghadapi transformasi pendidikan yang semakin dinamis. Kegiatan bekerjasama dengan STIT Pringsewu, STEBI Tanggamus, beberapa kampus yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting dan Asosiasi Perguruan Tinggi Merah Putih, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Dr. Muqowim, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta Ziadatul Husna, M.Pd, Direktur Rumah Kearifan Yogyakarta.

Dr. Muqowim, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta “Peningkatan kapasitas dosen bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis dalam membangun mutu perguruan tinggi,” ujar Dr. Muqowim, M.Ag. Ia menegaskan bahwa dosen masa kini harus memiliki kemampuan kepemimpinan diri (self-leadership) yang kuat, karena kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian sangat dipengaruhi oleh kemampuan dosen mengelola diri, emosi, dan visi akademiknya. “Ketika dosen mampu memimpin dirinya, maka ia akan mampu menginspirasi mahasiswa dan membawa perubahan positif di lingkungan kampus.” Menurutnya, dosen tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif semata. Pengembangan diri yang berkelanjutan mulai dari peningkatan kompetensi pedagogik, riset, hingga literasi digital adalah syarat agar perguruan tinggi dapat beradaptasi dengan tantangan zaman. “Dosen harus terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan membuka ruang refleksi. Di sinilah letak kesejahteraan intelektual seorang pendidik,” tutur Dr. Muqowim.

Sementara itu, Ziadataul Husna, M.Pd menambahkan bahwa kesejahteraan dosen bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga bagaimana institusi memberi ruang bagi dosen untuk tumbuh secara profesional dan emosional. “Kesejahteraan dosen tercipta ketika mereka mendapat dukungan, ruang apresiasi, dan kesempatan mengembangkan keahlian. Dosen yang bahagia dan berkembang akan lebih mudah melahirkan inovasi dalam proses pembelajaran,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-dosen dan antara dosen dengan institusi untuk menciptakan ekosistem akademik yang sehat.

Rektor Institut Bakti Nusantara, Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Peningkatan kualitas dosen adalah kunci utama untuk menghasilkan lulusan yang unggul. Melalui seminar ini, kami berharap para dosen semakin terinspirasi untuk terus mengembangkan diri, menjaga kesejahteraan, serta memperkuat perannya sebagai agen transformasi pendidikan,” ujar Dr. Fauzi.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog produktif bagi para dosen untuk memperkuat kompetensi, memperluas wawasan, serta memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih humanis dan inspiratif. Institut Bakti Nusantara berharap seminar ini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat peran dosen sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan kampus.


