Rektor Institut Bakti Nusantara (IBN), Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., menjadi narasumber dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB-Unila) pada Jumat (14/11/2025). Pada kesempatan tersebut, ia membawakan materi bertajuk “REKONOKI: Refleksi Kebangsaan dalam Ekonomi Kerakyatan, Membangun Fondasi Kuat Melalui 4 Pilar Kebangsaan.” Paparan ini menyoroti pentingnya memperkuat karakter dan jati diri bangsa melalui pemahaman nilai kebangsaan dan ekonomi kerakyatan.

Dalam pemaparannya, Fauzi menjelaskan bahwa penguatan 4 Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pondasi penting dalam menjaga stabilitas, keutuhan, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Pancasila harus ditegakkan sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai panduan konstitusi, NKRI sebagai bentuk final negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan pemersatu dalam keragaman. Keempat pilar ini bukan hanya konsep normatif, tetapi harus menjadi landasan dalam perilaku sosial, pendidikan, dan kebijakan.
Fauzi juga menekankan bahwa membangun karakter bangsa memerlukan peran aktif empat unsur utama, yaitu keluarga, pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Keluarga menjadi fondasi moral pertama, lembaga pendidikan berperan dalam internalisasi nilai kebangsaan melalui kurikulum dan kegiatan, masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang toleran dan beretika, serta pemerintah harus menghadirkan kebijakan yang mendukung penguatan nilai karakter bangsa. Kolaborasi keempat unsur ini diyakini mampu mencetak generasi berintegritas dan berwawasan kebangsaan.

Lebih lanjut, strategi pemulihan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter di sekolah, memperkuat budaya lokal sebagai identitas, penegakan hukum terhadap penyebaran ideologi radikal, serta sosialisasi nilai kebangsaan melalui media modern untuk menjangkau generasi muda. Upaya ini menjadi bagian dari proses panjang menjaga identitas dan nilai luhur bangsa di tengah perubahan global.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila yang sah adalah yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945,” tutup Fauzi. Seminar Nasional FEB Unila ini memberikan ruang diskusi yang produktif bagi mahasiswa dalam memperdalam pemahaman tentang pentingnya 4 Pilar Kebangsaan sebagai fondasi kuat pembangunan bangsa.



