Yogyakarta, 10-11/11/2025, Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, sukses menyelenggarakan tiga agenda akademik internasional The 3rd META-RISE Global Innovation Competition 2025, The 7th International Conference on ICT in Education (ICTE’25), dan AI Roundtable yang digelar pada 11–12 November 2025 di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta. Dengan mengangkat tema “AI and Emerging Technologies in Education”, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi peneliti, akademisi, dan industri dalam membahas dampak kecerdasan buatan, machine learning, serta teknologi XR terhadap pengalaman belajar yang personal dan imersif.

Institut Bakti Nusantara (IBN) turut hadir sebagai salah satu co-host dan memperkuat representasi Indonesia dalam kolaborasi riset tingkat Asia. Kehadiran IBN diwakili oleh Satria Abadi, M.TI., PhD, dosen Sistem Informasi yang tengah menjalani program postdoctoral di UPSI, serta Citrawati Jatiningrum, M.Si., Ph.D., dari Program Studi Manajemen. Keduanya berperan aktif dalam memperluas jejaring riset sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia. Rektor IBN, Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA., menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong dosen dan peneliti IBN untuk tampil di forum internasional. “IBN berkomitmen untuk hadir dalam ekosistem kolaborasi global agar inovasi dan kualitas riset Indonesia semakin diperhitungkan,” ujarnya.

Pada ajang META-RISE 2025, tercatat 65 tim berkompetisi, terdiri dari 45 tim dari Malaysia, 19 tim dari Indonesia, dan 1 tim dari Jepang. Sebanyak 35 tim mengikuti kompetisi secara daring dan 30 tim hadir langsung di Yogyakarta. Panitia juga menganugerahkan 22 Special Awards kepada mitra strategis yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi pendidikan. Kegiatan ini memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam mempercepat inovasi pendidikan digital.

Konferensi ICTE’25 yang dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Suzani binti Mohamad Samuri menghadirkan 45 presentasi makalah dan forum AI Roundtable dengan panelis dari pemerintah, industri, akademisi, dan peneliti. Dalam sambutannya, Dr. Suzani menekankan bahwa meskipun AI telah mengubah cara manusia bekerja dan belajar, pendidikan tetap harus berakar pada nilai kemanusiaan. Rangkaian acara ditutup dengan penganugerahan Best Paper kepada Sri Redjeki, S.Si., M.Kom., Ph.D., serta pemberian penghargaan kepada peserta dan panelis AI Roundtable, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang memperkuat kolaborasi pendidikan digital antara Indonesia dan Malaysia.



