Tiga Srikandi FTIKOM IBN Paparkan Hasil Riset pada Forum Internasional di Malaysia

26 Agustus 2025 Berita admin

Kuala Lumpur – Tiga dosen dari Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer (FTIKOM) Institut Bakti Nusantara (IBN) berkesempatan mempresentasikan hasil riset mereka dalam Acara Desiminasi Riset yang diselenggarakan oleh Universitas Geomatika Malaysia di Kuala Lumpur. Forum ini diikuti oleh delegasi peneliti dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Asia, sehingga menjadi ajang bergengsi untuk berbagi pengetahuan dan kolaborasi riset internasional.

Rita Irviani, MM menyampaikan riset berjudul “The Digital Impact of Google VEO AI Utilization as a Marketing Strategy for Pringsewu Home Industry Products”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung strategi pemasaran produk-produk industri rumahan, khususnya di wilayah Pringsewu. Beliau mencontohkan bagaimana Google VEO AI mampu meningkatkan visibilitas digital produk UMKM, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan daya saing baru bagi pelaku usaha kecil melalui strategi promosi berbasis data. Dengan pendekatan ini, produk lokal tidak hanya bisa menjangkau pasar nasional tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional.

Sementara itu, Sri Hartati, M.TI mempresentasikan penelitian berjudul “QR-Code Based Information System To Display Irrigation Unit Data”. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berbasis QR-Code dapat membantu pemerintah daerah maupun petani dalam mengakses data irigasi secara cepat, transparan, dan real-time. Dengan teknologi ini, setiap unit irigasi dapat diidentifikasi melalui kode unik yang menampilkan informasi detail mengenai kapasitas, kondisi, serta jadwal perawatan. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung manajemen sumber daya air yang lebih baik, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta meningkatkan efisiensi operasional di sektor pertanian.

Sedangkan Ida Ayu Putu Anggie S, M.H memaparkan riset berjudul “Analysis Juridical to Protection of Computer Program in Law Number 28 of 2014”. Dalam kajiannya, beliau menekankan bahwa perlindungan hukum terhadap program komputer masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari lemahnya pemahaman masyarakat hingga terbatasnya penegakan regulasi. Melalui analisis Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, penelitian ini menyoroti pentingnya perlindungan yuridis agar pengembang perangkat lunak memperoleh kepastian hukum atas karya mereka. Hasil riset ini juga merekomendasikan perlunya sosialisasi lebih luas serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk memperkuat ekosistem perlindungan hak kekayaan intelektual di bidang teknologi informasi.

Dekan FTIKOM IBN menyampaikan apresiasinya atas kontribusi ketiga dosen tersebut. “Hasil riset yang dipresentasikan menunjukkan komitmen dosen-dosen FTIKOM dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik di bidang teknologi, pemasaran digital, maupun aspek hukum. Keterlibatan mereka dalam forum internasional juga membuktikan kapasitas IBN untuk terus bersaing dan berkolaborasi di tingkat Asia,” ujarnya.

Partisipasi ketiga dosen FTIKOM IBN dalam forum internasional ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik lintas negara, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa IBN konsisten mendorong sivitas akademika untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pembangunan daerah, dan penguatan posisi Indonesia di kancah global.