Sapa Mahasiswa di Posko KKN, Wakil Rektor II IBN Dorong Program yang Berkelanjutan

09 Agustus 2026 Berita admin

Pringsewu – Institut Bakti Nusantara. Dalam rangka memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berjalan sesuai dengan tujuan dan program yang telah ditetapkan, Ketua Tim Pelaksana KKN sekaligus Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara, Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM., bersama tim melakukan kegiatan monitoring dengan mengunjungi sejumlah Posko KKN mahasiswa Institut Bakti Nusantara.

Kegiatan monitoring ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pelaksanaan KKN sekaligus untuk melihat secara langsung aktivitas mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, tim berdialog dengan mahasiswa mengenai pelaksanaan program kerja, kondisi di lokasi KKN, keterlibatan masyarakat, serta berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan kegiatan.

Dalam arahannya, Dr. Miswan Gumanti menekankan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik Institut Bakti Nusantara. Oleh karena itu, seluruh mahasiswa diminta untuk senantiasa menjaga sopan santun, etika berkomunikasi, kedisiplinan, serta menghormati adat dan kebiasaan masyarakat setempat.

“Mahasiswa harus mampu menempatkan diri dengan baik di tengah masyarakat. Jaga sopan santun, etika, cara berkomunikasi, dan bangun hubungan yang harmonis dengan aparatur pekon/desa maupun masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN harus memberikan kesan positif serta mencerminkan karakter akademik Institut Bakti Nusantara,” ujar Dr. Miswan Gumanti.

Selain aspek etika, Wakil Rektor II juga mengingatkan mahasiswa agar setiap program kerja KKN disusun secara terarah, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar melaksanakan kegiatan untuk memenuhi agenda KKN, tetapi mampu menghadirkan program yang mempunyai manfaat nyata dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir.

“Program kerja harus memiliki arah dan target yang jelas. Identifikasi terlebih dahulu kebutuhan dan potensi yang ada di desa. Dari sana mahasiswa dapat menentukan program yang benar-benar dibutuhkan. KKN harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,” tambahnya.

Tim monitoring juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat koordinasi dengan kepala pekon/desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, sekolah, serta unsur masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung keberhasilan program KKN, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi, sosial kemasyarakatan, serta peningkatan nilai ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring ini, Institut Bakti Nusantara memastikan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program akademik, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat, belajar memahami persoalan secara langsung, serta menghadirkan inovasi dan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Kegiatan monitoring sekaligus menjadi sarana evaluasi bagi mahasiswa untuk memperbaiki dan mengoptimalkan program kerja yang masih berjalan. Tim pelaksana KKN Institut Bakti Nusantara berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan sehingga seluruh program dapat terlaksana secara terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata.

Institut Bakti Nusantara berharap melalui pelaksanaan KKN ini mahasiswa semakin memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, serta pengalaman dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen dalam mendorong terwujudnya desa yang inovatif, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.