Pringsewu (29/01/2026), Institut Bakti Nusantara (IBN) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan inklusi melalui pemanfaatan teknologi cerdas. Salah satu dosen IBN, Trisnawati, M.Pd, bersama tim melaksanakan kegiatan kunjungan dan sosialisasi Aplikasi Smart Learning sebagai media pembelajaran inovatif berbasis software cerdas dan hardware Android.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan solusi pembelajaran adaptif yang dirancang khusus untuk mendukung proses belajar peserta didik inklusif, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus. Melalui aplikasi Smart Learning, pendidik dapat mengelola materi, media interaktif, serta proses evaluasi pembelajaran secara lebih efektif, personal, dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga menyerahkan perangkat evaluasi media pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi software cerdas dan perangkat Android. Perangkat ini diharapkan dapat membantu guru dalam melakukan asesmen pembelajaran secara objektif, cepat, dan berbasis data, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi di satuan pendidikan.
Trisnawati, M.Pd menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan inklusi merupakan langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang setara dan berkeadilan. “Melalui Smart Learning, kami ingin membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih ramah, adaptif, dan mampu mengakomodasi keberagaman karakter serta kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Kepala Sekolah, Feri Wahyudi, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Institut Bakti Nusantara atas kepedulian dan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan inklusi berbasis teknologi.
Menurutnya, kehadiran Aplikasi Smart Learning beserta perangkat evaluasi pembelajaran berbasis software cerdas dan hardware Android merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. “Program ini sangat membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan ramah bagi seluruh peserta didik, khususnya dalam konteks pendidikan inklusi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Feri Wahyudi berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti pada satu momentum saja, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan, pelatihan lanjutan, serta kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan Institut Bakti Nusantara. “Kami berharap sinergi ini dapat terus dikembangkan demi peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan yang berkeadilan bagi semua,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Institut Bakti Nusantara menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi pendidikan inklusif yang berbasis teknologi, inovasi, dan keberpihakan pada seluruh peserta didik.



