Pringsewu, 31 Oktober 2025 – Universitas Atma Jaya berkolaborasi dengan Institut Bakti Nusantara (IBN) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Pemasaran Produk Melalui Media Sosial”. Kegiatan ini diselenggarakan di Pekon Waringin Sari Timur, Kabupaten Pringsewu, dengan melibatkan pengurus TPS3R, Perangkat Desa/Pekon, PKK, KWT serta masyarakat setempat.

Kepala Pekon Waringinsari Timur, Ibu Eni Nurhayati, turut mengapresiasi kehadiran program kolaboratif ini. Menurutnya, kegiatan tersebut membawa manfaat besar bagi masyarakat dalam memahami cara mengelola sampah secara bijak. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Atma Jaya dan Institut Bakti Nusantara atas pendampingan ini. Warga kami jadi lebih paham bagaimana mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan bernilai ekonomi. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar desa kami semakin bersih, sehat, dan mandiri,” ungkap Eni Nurhayati.

Narasumber pertama, Lukman Riyadi, S.Pd, Ketua TPS3R Pringsewu Barat, memaparkan materi “Penanganan dan Manajemen Pengelolaan Sampah”. Ia menegaskan bahwa sampah bukan hanya persoalan kebersihan, melainkan potensi ekonomi yang besar. “Sampah bisa diubah menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan baik. Kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan produktif,” ujar Lukman Riyadi.

Dari Universitas Atma Jaya, Drs. Suharsono, M.Si menjelaskan pentingnya pemanfaatan lingkungan rumah untuk tanaman produktif. “Lingkungan rumah bisa menjadi lahan produktif yang bermanfaat. Dengan memanfaatkan pekarangan, masyarakat dapat berkontribusi menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” jelas Suharsono.

Sementara itu, Alfonso Harrison, S.Sos., M.Si memaparkan materi “Strategi Pemasaran Produk Melalui Media Sosial”yang menyoroti pentingnya digitalisasi dalam promosi hasil olahan sampah dan produk UMKM. “Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok adalah pasar terbuka bagi UMKM lokal. Dengan konten kreatif, foto produk menarik, dan narasi yang jujur, pelaku usaha bisa menjangkau konsumen lebih luas tanpa biaya besar,” ujar Alfonso Harrison. Ia juga menambahkan bahwa pemasaran digital harus disertai dengan pemahaman terhadap perilaku konsumen dan penggunaan data untuk meningkatkan efektivitas promosi.

Institut Bakti Nusantara yang diwakili oleh Muhamad Muslihudin, M.TI, Dekan Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer (FTIKOM) sekaligus Pembimbing Bina Desa, turut hadir dan menegaskan komitmen IBN dalam mendukung inovasi berbasis teknologi untuk masyarakat. “Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat harus terus diperkuat. Kami di Institut Bakti Nusantara siap membantu dalam aspek digitalisasi dan teknologi pemasaran agar produk UMKM lokal semakin dikenal. Pendampingan ini bukan hanya tentang mengelola sampah, tetapi bagaimana masyarakat dapat melihat potensi ekonomi di balik pengelolaan yang berkelanjutan. Kami berharap, Pekon Waringinsari Timur dapat menjadi contoh desa mandiri dalam tata kelola sampah berbasis masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat peduli lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi lokal melalui pemanfaatan media sosial. Kolaborasi lintas kampus ini diharapkan terus berlanjut untuk menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.



