Kuala Lumpur-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Institut Bakti Nusantara (IBN). Dlofa Roziq Roihansyah, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, berhasil meraih penghargaan Best Performance Traditional Musical Instruments dalam rangkaian acara Student Mobility Program pada the 5th International Conference on Sustainability in Technological, Environmental, Law, Management, Social and Economic Matters (ICOSTELM) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan ini diraih setelah Dlofa menampilkan permainan alat musik tradisional khas Lampung, yaitu Gamolan (Gamolan Pekhing), di hadapan peserta dari berbagai negara Asia. Permainan yang dipersembahkannya berhasil memukau audiens dan dewan juri, karena menampilkan kekayaan bunyi tradisional yang sarat makna, ritmis, dan estetika khas Nusantara. Penampilan Dlofa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Lampung ke kancah internasional.

Wakil Rektor IBN Bidang Akademik, Didi Susinato, M.Kom., yang turut mendampingi kegiatan ini menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut.
“Keberhasilan Dlofa merupakan bukti bahwa mahasiswa IBN tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan potensi budaya Indonesia di tingkat internasional. Hal ini tentu selaras dengan semangat IBN dalam mencetak generasi berprestasi dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sementara itu, Dlofa Roziq Roihansyah mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang diraih.
“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Bagi saya, yang terpenting adalah bisa memperkenalkan musik tradisional Indonesia, khususnya alat musik Gamolan dari Lampung, kepada dunia. Semoga ini menjadi motivasi bagi teman-teman mahasiswa IBN untuk terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa,” tutur Dlofa.

Pernyataan juga disampaikan oleh Pembina Sanggar Bhima Sakti Lampung, Rita Irviani, MM, yang selama ini aktif membina generasi muda dalam pelestarian budaya Lampung.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Dlofa. Ia berhasil membuktikan bahwa musik tradisional, khususnya Gamolan Lampung, bukan hanya warisan budaya, tetapi juga jembatan untuk memperkenalkan identitas bangsa ke dunia internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa seni budaya bisa berjalan beriringan dengan pendidikan tinggi dan inovasi,” ungkapnya.
Prestasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Student Mobility Program yang diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer (FTIKOM) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) IBN. Capaian tersebut memperkuat posisi IBN sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, hingga ke level internasional.



