Pringsewu, 17 Oktober 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, dosen Institut Bakti Nusantara (IBN) mengikuti kegiatan Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika. Kegiatan ini mencakup empat bidang kompetensi strategis, yaitu Data Science, Data Analyst, Auditor Teknologi Informasi (IT Auditor), dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Keikutsertaan dosen Institut Bakti Nusantara dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan kompetensi profesional dosen, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendukung implementasi pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pelaksanaan uji kompetensi bertujuan untuk mengukur kemampuan, keterampilan, dan penguasaan pengetahuan peserta berdasarkan standar kompetensi kerja yang berlaku. Melalui proses asesmen yang dilaksanakan oleh asesor kompetensi, para dosen diharapkan mampu menunjukkan kemampuan profesional sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Empat bidang kompetensi yang diikuti memiliki peran penting dalam perkembangan teknologi digital. Bidang Data Science berfokus pada pengolahan dan pemodelan data untuk menghasilkan pengetahuan serta mendukung pengambilan keputusan. Data Analyst menekankan kemampuan mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data menjadi informasi yang bermanfaat. Sementara itu, IT Auditor berkaitan dengan evaluasi tata kelola, pengendalian, keamanan, dan kepatuhan sistem teknologi informasi. Adapun Desain Komunikasi Visual berfokus pada kreativitas, komunikasi visual, dan pemanfaatan teknologi desain digital.
Dekan Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer (FTIKOM) Institut Bakti Nusantara, Muhamad Muslihudin, M.T.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan dosen dalam uji kompetensi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
“Pengembangan kompetensi dosen tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui pengakuan kompetensi profesional. Uji kompetensi ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa kemampuan dosen terus berkembang dan selaras dengan kebutuhan industri, khususnya dalam bidang Data Science, Data Analyst, IT Auditor, dan Desain Komunikasi Visual,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi profesional dosen diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran mahasiswa.
“Kami mendorong dosen FTIKOM untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperoleh sertifikasi kompetensi sesuai bidang keahliannya. Kompetensi yang dimiliki dosen harus mampu diintegrasikan ke dalam pembelajaran berbasis proyek, penelitian terapan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.
Salah satu dosen Institut Bakti Nusantara, Sri Ipnuwati, M.Kom., memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan uji kompetensi yang difasilitasi oleh LSP Informatika. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada dosen untuk mengevaluasi kemampuan profesional sekaligus memperluas wawasan mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri.
“Melalui kegiatan uji kompetensi ini, kami memperoleh pengalaman dalam mengukur kemampuan berdasarkan standar profesional. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dosen untuk meningkatkan keahlian, memperbarui pengetahuan, dan memahami kebutuhan kompetensi di era transformasi digital,” ujar Sri Ipnuwati.
Ia juga menyampaikan bahwa penguasaan kompetensi digital merupakan kebutuhan penting bagi dosen, mengingat perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
“Harapan kami, kompetensi yang diperoleh melalui proses sertifikasi ini dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, penelitian, dan pendampingan mahasiswa. Dosen harus terus belajar dan beradaptasi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tambahnya.
Partisipasi dosen Institut Bakti Nusantara dalam uji kompetensi LSP Informatika juga menjadi bagian dari penguatan budaya mutu akademik dan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Kompetensi profesional dosen diharapkan mampu mendukung pengembangan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas penelitian terapan, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan upaya Institut Bakti Nusantara dalam meningkatkan daya saing institusi melalui penguatan kualitas tenaga pendidik, inovasi pembelajaran, dan penguasaan teknologi digital.
Melalui keikutsertaan dalam uji kompetensi ini, Institut Bakti Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dosen meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.



