Ketua SPMI Institut Bakti Nusantara Ikuti Pendampingan LLDIKTI Wilayah II, Perkuat Implementasi Permendiktisaintek untuk Budaya Mutu Perguruan Tinggi

31 Juli 2026 Berita admin

Lampung, 30/07/2026 – Komitmen Institut Bakti Nusantara (IBN) dalam memperkuat sistem penjaminan mutu terus ditunjukkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ketua Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Institut Bakti Nusantara, Dr. Trisnawati, M.Pd, mengikuti kegiatan Pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Sumbagsel.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ishaq Iskandar, M.Sc., selaku Kepala LLDIKTI Wilayah II. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal merupakan fondasi utama dalam mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif, akuntabel, dan berdaya saing, terutama dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Pendampingan ini berfokus pada implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 beserta pembahasan berbagai perubahan regulasi dalam Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026. Materi yang disampaikan meliputi penguatan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), pengembangan budaya mutu, penyelarasan dokumen mutu dengan indikator kinerja perguruan tinggi, hingga penguatan tata kelola akademik yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi.

Sebagai peserta, Dr. Trisnawati aktif mengikuti sesi diskusi, studi kasus, dan pendampingan teknis terkait implementasi regulasi terbaru. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi setiap perguruan tinggi untuk memastikan sistem mutu tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh sivitas akademika.

“Pendampingan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah kebijakan penjaminan mutu nasional. Kami memperoleh banyak praktik baik (best practices) dari berbagai perguruan tinggi yang dapat diadaptasi di Institut Bakti Nusantara. Implementasi Permendiktisaintek terbaru harus diterjemahkan ke dalam sistem yang terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan sehingga budaya mutu benar-benar menjadi bagian dari aktivitas akademik maupun nonakademik,” ujar Dr. Trisnawati, M.Pd.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil pendampingan akan segera ditindaklanjuti melalui penyelarasan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal, penguatan standar mutu, peningkatan kapasitas Gugus Kendali Mutu di setiap program studi, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi berbasis data sebagai bagian dari implementasi siklus PPEPP.

“Target kami adalah menjadikan Institut Bakti Nusantara sebagai perguruan tinggi yang memiliki budaya mutu yang kuat, adaptif terhadap perubahan regulasi, serta mampu menghasilkan tata kelola yang efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan akademik. Melalui penguatan SPMI, kami optimistis kualitas institusi akan semakin meningkat dan siap menghadapi berbagai instrumen evaluasi maupun akreditasi di tingkat nasional,” tambahnya.

Keikutsertaan Ketua SPMI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Institut Bakti Nusantara untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyelarasan kebijakan internal dengan regulasi nasional, serta implementasi budaya mutu yang berkesinambungan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing institusi sekaligus mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat sesuai arah transformasi pendidikan tinggi Indonesia.