Waspada Scam Digital! Akademisi Institut Bakti Nusantara Edukasi Masyarakat Lawan Penipuan Era Ekonomi Online

30 Juli 2026 Berita admin

Pringsewu 29/07/2026 – Meningkatnya aktivitas ekonomi digital yang diikuti dengan maraknya berbagai modus penipuan daring mendorong pentingnya penguatan literasi digital bagi masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, akademisi Institut Bakti Nusantara (IBN), Dr. Trisnawati, M.Pd, dipercaya menjadi narasumber utama dalam seminar bertajuk “Lindungi Diri dari Penipuan di Era Ekonomi Online” yang diselenggarakan oleh Al Hidayah Skill Academy bekerja sama dengan Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Lampung, Almira Nabila Fauzi, B.Bus.Com.

Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pringsewu, Moudy Ary Nazolla, S.TP., M.H., sebagai narasumber yang memberikan perspektif mengenai keamanan informasi dan transformasi digital di lingkungan masyarakat. Seminar diikuti oleh pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar, komunitas digital, serta masyarakat umum yang antusias memahami berbagai ancaman kejahatan siber yang semakin berkembang seiring pesatnya transaksi digital. Fenomena peningkatan modus penipuan digital, seperti phishing, tautan palsu, pencurian identitas, hingga investasi ilegal, menjadi perhatian berbagai pihak di Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Trisnawati menekankan bahwa literasi digital saat ini bukan lagi sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi, menjaga keamanan data pribadi, serta mengenali berbagai pola penipuan yang memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan instan, marketplace, maupun layanan keuangan digital.

“Kemajuan teknologi digital telah memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, masyarakat juga harus memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai modus penipuan yang terus berkembang. Edukasi digital menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah menjadi korban kejahatan siber,” ujar Dr. Trisnawati.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri untuk melakukan verifikasi informasi, tidak mudah tergiur tawaran keuntungan instan, tidak memberikan kode OTP kepada siapa pun, serta selalu memastikan keamanan transaksi melalui platform resmi. Menurutnya, budaya berpikir kritis dan kehati-hatian merupakan kunci dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang sehat dan aman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pringsewu, Moudy Ary Nazolla, S.TP., M.H., menyampaikan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai keamanan siber. Pemerintah daerah terus mendorong literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.

“Pemanfaatan teknologi harus dibarengi dengan kesadaran akan keamanan informasi. Melalui literasi digital yang kuat, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai bentuk penipuan digital sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.”

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPD RI Perwakilan Lampung, Almira Nabila Fauzi, B.Bus.Com, mengapresiasi kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan komunitas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk penipuan digital membutuhkan kolaborasi semua pihak. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan, pemerintah memperkuat regulasi dan edukasi, sementara masyarakat menjadi garda terdepan dalam menerapkan budaya digital yang aman.”

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Al Hidayah Skill Academy tersebut menjadi wadah edukasi yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital. Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh simulasi identifikasi modus penipuan online, diskusi interaktif, serta tips praktis menjaga keamanan akun digital dan data pribadi.

Melalui kegiatan ini, Institut Bakti Nusantara kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan literasi digital. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu membangun masyarakat yang semakin cerdas, kritis, dan tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi digital sekaligus mendukung terciptanya ruang digital yang aman, produktif, dan berkelanjutan.