Unika Atma Jaya dan Institut Bakti Nusantara Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga melalui Gerakan TOGA di Pringsewu

29 Juli 2026 Berita admin

Pringsewu 29/07/2026 – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi. Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Jakarta bersama Institut Bakti Nusantara (IBN) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Masyarakat Peduli Lingkungan di Pekon Waringin Sari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Program yang telah dimulai sejak 2025 ini berfokus pada optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah melalui pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Sebanyak delapan kelompok PKK dan perwakilan dusun di Pekon Waringin Sari Timur terlibat aktif dalam pendampingan yang bertujuan meningkatkan kemandirian pangan keluarga, kesehatan masyarakat, serta produktivitas pekarangan berbasis potensi lokal.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Kepala Pekon Waringin Sari Timur Eni Nurhayati, Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM, Sekretaris Camat Adiluwih, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), pengelola TPS3R Jejama Secancanan, tokoh masyarakat, kader PKK, serta berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Tim Pengabdian Unika Atma Jaya, Drs. Suharsono, M.Si, menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada penanaman TOGA, tetapi akan dikembangkan hingga tahap hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu membudidayakan tanaman obat keluarga, tetapi juga mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, aman dikonsumsi, dan berpotensi menjadi produk unggulan desa. Pendampingan ini akan terus berlanjut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Suharsono.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara, Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM, mengapresiasi sinergi lintas perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa melalui kegiatan pengabdian yang berdampak langsung.

“Kolaborasi seperti ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun desa yang mandiri, sehat, produktif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota tim pengabdian dari Institut Bakti Nusantara, M. Muslihudin, M.T.I, menegaskan bahwa kerja sama kedua perguruan tinggi akan terus dikembangkan melalui berbagai program lanjutan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi antara Unika Atma Jaya dan Institut Bakti Nusantara tidak berhenti pada kegiatan ini. Ke depan kami akan melanjutkan pendampingan, mulai dari pengolahan hasil tanaman TOGA menjadi produk siap konsumsi, penguatan pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital agar produk masyarakat memiliki daya saing yang lebih tinggi,” jelasnya.

Kepala Pekon Waringin Sari Timur, Eni Nurhayati, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pemanfaatan pekarangan rumah melalui budidaya TOGA menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong lahirnya usaha produktif berbasis rumah tangga.

Melalui keterlibatan delapan kelompok PKK dan masyarakat di berbagai dusun, program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain. Selain menghasilkan lingkungan yang lebih hijau dan sehat, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk herbal lokal yang bernilai ekonomi serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi antara Unika Atma Jaya dan Institut Bakti Nusantara menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan inovasi dan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan mengintegrasikan edukasi, pemberdayaan, pengelolaan lingkungan, dan hilirisasi produk TOGA, program ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pekon Waringin Sari Timur serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang kesehatan, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.