Generasi Z Garda Terdepan Demokrasi: DKPP RI dan KPU Edukasi Pemilih Muda di Institut Bakti Nusantara

19 Juni 2026 Berita admin

Pringsewu, 19 Juni 2026 – Institut Bakti Nusantara (IBN) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Segmen Pemilih Muda yang berlangsung di Aula Institut Bakti Nusantara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi serta memperkuat kesadaran politik yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan menghadirkan narasumber nasional dan daerah, yakni M. Tio Aliansyah, M.H. selaku anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI serta Dedi Fernando, M.H. selaku Anggota Komisioner KPU Provinsi Lampung. Acara turut dihadiri oleh Ketua KPU Pringsewu Dewi Eliyasari beserta jajaran Komisioner KPU Pringsewu, Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM., para dekan, ketua program studi, dosen, mahasiswa, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM. menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara Institut Bakti Nusantara dan KPU Pringsewu dalam upaya memberikan edukasi politik kepada mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa. “Institut Bakti Nusantara menyambut baik kerja sama strategis ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta mampu berpartisipasi aktif dalam setiap proses pemilihan umum secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPU Provinsi Lampung Dedi Fernando, M.H. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Pringsewu pada berbagai penyelenggaraan pemilu dan pemilihan termasuk yang cukup tinggi di Provinsi Lampung. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang secara aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. “Partisipasi pemilih yang tinggi merupakan indikator positif kualitas demokrasi. Oleh karena itu, generasi muda harus terus diberikan ruang dan edukasi agar menjadi pemilih yang rasional, berintegritas, dan memahami pentingnya suaranya dalam menentukan arah pembangunan bangsa,” jelasnya.

Pada sesi materi, M. Tio Aliansyah, M.H. menjelaskan mengenai pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan pemilu serta peran masyarakat, khususnya pemilih muda, dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. Ia juga menekankan bahwa partisipasi pemilih muda tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami proses demokrasi secara menyeluruh dan mengedepankan etika dalam kehidupan politik.

Selanjutnya, Dedi Fernando, M.H. memaparkan materi mengenai kewenangan KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda. Ia menjelaskan berbagai strategi yang dilakukan KPU, mulai dari pendidikan pemilih, sosialisasi berbasis komunitas dan kampus, pemanfaatan media digital, hingga kolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan. Menurutnya, pemilih muda memiliki jumlah yang signifikan dalam struktur pemilih nasional sehingga menjadi segmen strategis dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan literasi kepemiluan dan pendidikan politik menjadi langkah penting agar generasi muda mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis terhadap informasi, dan terhindar dari hoaks maupun praktik politik yang tidak sehat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa Institut Bakti Nusantara. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kepemiluan, partisipasi politik generasi muda, serta tantangan demokrasi di era digital.

Melalui kegiatan ini, Institut Bakti Nusantara dan KPU Pringsewu berharap dapat terus memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, sehingga lahir pemilih-pemilih yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta berperan aktif dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas di Indonesia.