Ramadhan Research Camp 2026: Institut Bakti Nusantara Bangun Generasi Riset Berintegritas

06 Maret 2026 Berita admin

Pringsewu, Lampung – 5 Maret 2026 — Institut Bakti Nusantara (IBN) menggelar kegiatan Ramadhan Research Camp 2026 dengan mengusung tema “Membangun Generasi Riset Berintegritas”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat budaya riset, integritas akademik, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus Institut Bakti Nusantara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi dan menghadirkan sejumlah akademisi sebagai narasumber yang memberikan wawasan mengenai etika penelitian, publikasi ilmiah, serta peran mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA, selaku Rektor Institut Bakti Nusantara, hadir sebagai Keynote Speaker dengan menyampaikan materi mengenai “Riset dalam Mendukung Tridarma Perguruan Tinggi.”Ia menegaskan bahwa penelitian merupakan pilar penting dalam membangun kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi sarana untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus membangun ekosistem riset yang kuat. Mahasiswa perlu dilatih sejak dini untuk berpikir kritis, melakukan penelitian, serta menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan ilmu pengetahuan,” ujar Dr. Fauzi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa integritas akademik menjadi landasan utama dalam proses penelitian, sehingga setiap karya ilmiah yang dihasilkan memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Pada sesi berikutnya, Dr. Salamun, M.Pd.I menyampaikan materi tentang Etika dalam Publikasi dan Penelitian.” Ia menjelaskan bahwa dalam dunia akademik, kejujuran ilmiah merupakan prinsip mendasar yang harus dijunjung tinggi oleh setiap peneliti. Menurutnya, publikasi ilmiah tidak hanya berorientasi pada jumlah karya, tetapi juga pada kualitas serta integritas dalam proses penelitian. “Setiap peneliti harus menjunjung tinggi prinsip orisinalitas, transparansi data, serta menghindari praktik plagiarisme agar penelitian yang dihasilkan memiliki nilai akademik yang tinggi,” jelas Dr. Salamun.

Sementara itu, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafiz memberikan perspektif yang lebih mendalam melalui pendekatan nilai-nilai keilmuan dalam Islam. Dalam materinya tentang peran etika publikasi dalam perspektif etika mencari ilmu, ia menegaskan bahwa proses pencarian ilmu harus dilandasi dengan adab, keikhlasan, dan tanggung jawab moral. “Tradisi keilmuan dalam Islam mengajarkan bahwa ilmu harus diperoleh dengan adab dan integritas. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjaga etika dalam penelitian dan menghormati karya ilmiah orang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM menyoroti peran strategis mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi melalui penelitian dan inovasi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang memberikan solusi bagi berbagai permasalahan di masyarakat. “Mahasiswa harus menjadi produsen ilmu pengetahuan melalui penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendorong kemajuan bangsa,” ujarnya.

Melalui kegiatan Ramadhan Research Camp 2026, Institut Bakti Nusantara berharap dapat menumbuhkan semangat riset di kalangan mahasiswa sekaligus memperkuat integritas akademik sebagai fondasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Institut Bakti Nusantara dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta mempersiapkan generasi akademisi muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.