Pringsewu, 14/02/2026, Institut Bakti Nusantara bersama Kacabdin Wilayah II Lampung, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polres Pringsewu, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika Provinsi Lampung dan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika Kabupaten Pringsewu menyelenggarakan kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi Kepala Sekolah SMA/SMK/MA sederajat Kacapdin Wilayah 2 Lampung.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, di antaranya Susan Ayuningtiyas, S.K.M dari BNN Lampung, Ir. Indra AA Minapaduka, CP.NLP., CMHt., CTHt dari DPD GRANAT Provinsi Lampung, serta Bapak Toni Fisher. Turut hadir pengurus DPC GRANAT Kabupaten Pringsewu, perwakilan dari Polres Pringsewu Briptu Achmad Abdi Azhari, S.H, serta jajaran pendidikan di bawah Kacabdin Wilayah II.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II yang diwakili oleh Bapak Gembong Sumadiyono, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan dan aparat penegak hukum dalam membentengi generasi muda.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga benteng moral dan karakter generasi muda. Ancaman narkotika nyata dan menyasar usia pelajar. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh kepala sekolah untuk menjadikan program P4GN sebagai bagian dari budaya sekolah, bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan.”
Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antara dinas pendidikan, perguruan tinggi, BNN, kepolisian, dan organisasi masyarakat merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bersih dari narkoba.

Rektor Institut Bakti Nusantara diwakili oleh Dekan FTIKOM M. Muslihudin, M.TI yang dalam pernyataannya menyampaikan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program nasional P4GN melalui edukasi dan penguatan literasi digital.
“Institut Bakti Nusantara berkomitmen mendukung program P4GN melalui pendekatan edukatif, teknologi, dan penguatan karakter. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan bebas dari pengaruh narkotika. Kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah model ideal dalam membangun ketahanan sosial di daerah.”
Beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk kampanye edukasi anti-narkoba yang masif dan adaptif di kalangan generasi digital saat ini.



