Pringsewu, 17/12/2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Bakti Nusantara melaksanakan kegiatan Pelatihan Smart Learning di SLB Negeri Pringsewu sebagai upaya peningkatan pemahama litersai pembelajaran inklusif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran diferensiatif dan adaptif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pendekatan pedagogik dan teknologi cerdas.

Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Feri Wahyudi, S.Ag., M.Pd.I, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi pembelajaran di SLB harus berorientasi pada kebutuhan individual peserta didik, sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan berkelanjutan.
“Kegiatan Pelatihan Smart Learning ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran di SLB Negeri Pringsewu. Guru-guru kami memperoleh wawasan baru tentang pentingnya pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik serta pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pembelajaran inklusif. Kami mengapresiasi Tim PkM Institut Bakti Nusantara atas kontribusi nyata dalam peningkatan kompetensi pendidik di sekolah kami.” pungkasnya.

Paparan materi pertama disampaikan oleh Trisnawati, M.Pd, yang berfokus pada penerapan tiga model gaya belajar, yaitu auditori, visual, dan kinestetik, sebagai dasar pengembangan pembelajaran diferensiatif di SLB. Dalam pemaparannya, Trisnawati menekankan bahwa pemahaman karakteristik gaya belajar ABK menjadi kunci utama dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif, efektif, dan humanis. Guru didorong untuk merancang strategi pembelajaran yang fleksibel dengan memadukan ketiga model tersebut sesuai kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Selanjutnya, materi disampaikan oleh Muhamad Muslihudin, M.TI, yang memfokuskan pada implementasi Smart Learning berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam konteks pendidikan khusus. Materi mencakup pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung asesmen gaya belajar, personalisasi materi pembelajaran, serta pengembangan media pembelajaran adaptif. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan individual ABK.
Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa peningkatan pemahaman dan keterampilan guru SLB dalam menerapkan pembelajaran diferensiatif berbasis gaya belajar serta pemanfaatan Smart Learning berbasis AI. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi pendidikan inklusif.
Melalui pelaksanaan PkM ini, Institut Bakti Nusantara berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung kegiatan Sosail dan Kemasyarakatan melalui program pengabdian yang berdampak nyata, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.



