Pekon Sinar Mulya, 1/9/2025-Mahasiswa Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung bersama dosen pendamping Joni, M.T.I, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan memanfaatkan lahan kebun milik warga untuk menanam kangkung. Program ini digagas sebagai upaya nyata mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang berlangsung di kebun warga ini tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga menghadirkan sesi edukasi tentang teknik bercocok tanam sederhana yang efektif dan ramah lingkungan. Mahasiswa memandu warga dalam proses pengolahan tanah, penanaman bibit, hingga teknik perawatan tanaman agar hasil panen dapat maksimal. Kehadiran tokoh masyarakat seperti Rohman (Kadus 03), Hendriyanto (Operator Desa), Muhammad Umardani (Penyuluh KB Kecamatan Banyumas), serta Rachmad Hidayat, S.Kom., M.Pd. (Humas) membuat suasana semakin semarak.

Menurut Joni, M.T.I selaku dosen pendamping, kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara mahasiswa dan masyarakat. “Kami berharap, hasil dari kegiatan ini bukan hanya panen kangkung, tetapi juga tumbuhnya kesadaran warga untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai kebun rumah tangga yang produktif,” ujarnya.
Rohman, Kadus 03, turut memberikan apresiasi. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena membantu warga melihat potensi lahan kosong yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Umardani, Penyuluh KB Kecamatan Banyumas. “Kegiatan ini sangat sejalan dengan program ketahanan keluarga yang kami dorong. Jika warga bisa menanam sayuran sendiri, kebutuhan gizi keluarga dapat tercukupi, dan ekonomi rumah tangga bisa lebih hemat,” ujarnya.
Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias. Beberapa di antaranya ikut terjun langsung menanam bersama mahasiswa sehingga tercipta suasana gotong royong yang hangat. Program sederhana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian pangan, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mempererat hubungan harmonis antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat setempat.



