IBN, ASEANACA, dan MARA Bersinergi: Dorong Inovasi Pangan dan Digital Marketing ASEAN

27 Agustus 2025 Berita admin

Malaysia, 27 Agustus 2025 – Institut Bakti Nusantara (IBN) menjalin kolaborasi strategis bersama ASEANACA (ASEAN Academic Associate) dan Inkubator Teknologi Makanan MARA, Malaysia dalam rangka memperkuat pengembangan teknologi pangan serta strategi pemasaran usaha berbasis inovasi digital. Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mendukung hilirisasi hasil riset perguruan tinggi, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa, dosen, dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) untuk memperoleh transfer pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta akses pasar yang lebih luas di kawasan ASEAN.

Rektor IBN, Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., M.Pd., Ak., CA, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk terus berkontribusi dalam sektor pangan berkelanjutan. “Kerja sama ini tidak hanya sebatas pengembangan produk berbasis teknologi pangan, tetapi juga meliputi strategi pemasaran modern yang berbasis digital. Harapannya, produk lokal yang lahir dari inovasi mahasiswa dan UMKM dapat menembus pasar regional bahkan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ASEANACA, Prof. Dr. Tulus Suryanto, MM, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk sinergi antara akademisi, praktisi, dan lembaga inkubator teknologi. “ASEANACA berkomitmen mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat daya saing produk ASEAN, khususnya di sektor pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat global,” jelasnya.

Dari pihak Inkubator Teknologi Makanan MARA, disampaikan bahwa program bersama ini akan fokus pada pengembangan produk pangan berbasis riset, inovasi teknologi produksi, uji mutu, hingga strategi branding dan digital marketing. Hal ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut awal, kegiatan ini juga menampilkan pameran produk inovatif hasil inkubasi dari kedua lembaga, yaitu produk pangan sehat, minuman fermentasi, makanan olahan berbasis lokal dari mahasiswa dan dosen IBN, serta beragam inovasi teknologi pangan hasil binaan Inkubator Teknologi Makanan MARA. Pameran tersebut menjadi etalase nyata potensi kolaborasi yang mampu mempertemukan riset akademik dengan kebutuhan industri dan pasar.

Ke depan, kolaborasi ini akan diwujudkan dalam bentuk pelatihan, joint research, bootcamp inovasi pangan, pameran bersama, serta pendampingan UMKM yang menjadi mitra binaan IBN maupun Inkubator Teknologi Makanan MARA.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan lahir produk pangan inovatif yang tidak hanya sehat dan berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing di pasar ASEAN dan global.