Lampung, 8 Agustus 2025 – Dalam upaya memperkuat pemahaman keislaman yang inklusif, kontekstual, dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari UIN Raden Fatah Palembang bekerja sama dengan Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung menggelar kegiatan bertajuk “Meneguhkan Islam Indonesia dengan Pendekatan Integrasi dan Multidisiplin Keilmuan”. Kegiatan ini berlangsung di Kampus IBN dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta mitra pendidikan dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat narasi Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan mampu berdialog dengan berbagai realitas sosial, budaya, dan sains modern. Dengan melibatkan pendekatan interdisipliner, para narasumber dari latar belakang studi keislaman, ilmu sosial, teknologi, dan pendidikan membahas berbagai isu kontemporer seperti radikalisme, disinformasi agama di media sosial, hingga pentingnya kolaborasi antar-disiplin dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Dra. Hamidah, M.Ag., selaku Direktur Program Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, menyampaikan bahwa penguatan Islam Indonesia harus dilakukan dengan cara yang arif dan berbasis ilmu pengetahuan. Ia menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam melihat persoalan umat dan bangsa.

“Islam Indonesia memiliki kekayaan khazanah yang luar biasa. Untuk menjawab tantangan zaman, kita tidak cukup hanya dengan pendekatan tekstual, tetapi juga perlu pendekatan kontekstual, multidisipliner, serta dialog antar bidang keilmuan. Inilah esensi integrasi ilmu yang kami dorong dalam kegiatan ini,” ujar Prof. Hamidah.
Beliau juga menyampaikan harapannya agar kerja sama antara UIN Raden Fatah Palembang dan Institut Bakti Nusantara Lampung dapat terus berlanjut dalam berbagai program PkM, riset kolaboratif, maupun penguatan moderasi beragama di ruang-ruang akademik dan publik.
Sementara itu, Rektor Institut Bakti Nusantara, yang di Sampaikan Wakil Rektor I Didi Susianto, M.Kom., menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen kampus dalam membentuk SDM unggul yang tidak hanya cakap dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki pemahaman keislaman yang moderat dan kontekstual.

“Islam Indonesia tidak hanya kuat dalam tradisi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan keilmuan yang integratif,” ujar Dr. Muhammad Abdilah Asmara, M.Pd.I ketua tim PkM UIN Raden Fatah. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dan masyarakat dalam membangun kesadaran beragama yang sehat dan produktif.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi kelompok terarah (FGD), ceramah interaktif, serta pelatihan integrasi keilmuan dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Para peserta menyatakan kegiatan ini sangat inspiratif dan mendorong terwujudnya Islam yang membumi, solutif, dan tetap setia pada nilai-nilai keindonesiaan.

Kegiatan PkM ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dan institusi pendidikan tinggi swasta dalam membangun masyarakat yang cerdas secara spiritual, sosial, dan intelektual, sejalan dengan visi moderasi beragama dan integrasi ilmu.



