Pringsewu [28 Juli 2025] – Dr. Fauzi, Rektor, dosen sekaligus peneliti dari Institut Bakti Nusantara, dipercaya menjadi salah satu pemateri dalam Seminar Internasional bertajuk “Empowering Islamic Education and Digital Economy for a Sustainable Future” yang diselenggarakan oleh STIT Pringsewu, Lampung, bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Merah Putih Indonesia, pada 28 Juli 2025 di Aula STIT Pringsewu, Lampung.

Seminar ini menghadirkan para pakar dari berbagai negara dan institusi untuk membahas sinergi antara pendidikan Islam dan ekonomi digital dalam rangka membangun masa depan berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai religius dan kemajuan teknologi.
Dalam paparannya, Dr. Fauzi mengangkat tema “Integrasi Nilai Islam dalam Transformasi Digital Pendidikan dan Ekonomi”, di mana ia menekankan pentingnya menanamkan prinsip-prinsip spiritualitas dalam proses digitalisasi agar tidak kehilangan arah dalam menghadapi era disrupsi. “Transformasi digital harus dibingkai dengan nilai-nilai keislaman agar mampu membentuk masyarakat yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga beretika dan berkeadilan,” tegas Dr. Fauzi di hadapan peserta seminar.
Salah satu peserta seminar, Vera Vebiola Putri, mahasiswa Manajeman Institut Bakti Nusantara, mengungkapkan kekagumannya atas pemaparan Dr. Fauzi yang dinilainya inspiratif dan membumi.
“Saya sangat terkesan dengan perspektif Dr. Fauzi. Beliau mampu mengaitkan antara tradisi keilmuan Islam dan tantangan digital dengan cara yang sangat relevan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Moh. Masrur, M.Pd.I, selaku moderator sesi panel, menyebutkan bahwa kontribusi pemikiran Dr. Fauzi menjadi warna tersendiri dalam forum akademik internasional ini.
Seminar internasional ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat peran pendidikan Islam dan ekonomi digital untuk masa depan dunia yang lebih berkelanjutan. Selian itu narasumber yang terlibat dalan kegiatan ini Adalah Assoc. Prof. Tamer Sa’ad Ibrahim Khedr, (Canal Suez University, Mesir), Satria Abadi, Ph.D (UPSI Malaysia), Andino Maseleno, PhD (Gambia).



